Friday, February 26, 2010

Kronologi Membengkaknya Bailout Bank Century oleh LPS

Kronologi Membengkaknya Bailout Bank Century oleh LPS

Jakarta – Dana talangan atau bailout Bank Century membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku telah mengkonsultasikan tambahan suntikan dana tersebut kepada Bank Indonesia. Kepala eksekutif LPS, Firdaus Djaelani mengatakan, pihaknya telah mendiskusikan setiap penambahan modal yang digunakan untuk penyehatan PT Bank Century Tbk (Century) kepada Bank Indonesia (BI).
Menurutnya, dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century didasarkan atas penilaian BI. Sebelum dilakukan penambahan modal LPS berdiskusi dengan BI terlebih dahulu. “Semua suntikan telah sesuai dengan petunjuk dan penilaian BI sebagai regulator. Kalau rasio kecukupan modal (CAR) Century berkurang maka kita akan menambah modalnya,” kata Firdaus dalam Konferensi Persnya di Kantor LPS, Gedung BRI II, Jakarta, Minggu (30/08/2009).
Firdaus menjelaskan, membengknya suntikan dana pemerintah ke Bank Century dikarenakan CAR dari bank yang dulunya dimiliki oleh Robert Tantular itu anjlok. Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan neraca tanggal 31 Oktober 2008, CAR Century sebesar minus 3,25 persen telah anjlok menjadi minus -35,92 persen dan untuk penyertaan modal tersebut CAR Century didorong menjadi 10 persen.
“Kita telah berdiskusi dan BI juga telah memberikan masukan dan penilaian,” imbuhnya.
Dikatakan Firdaus, hal tersebut sesuai juga dengan UU yang menyatakan LPS dapat menyuntikan dananya untuk mendongkrak CAR menjadi 10 persen. Ia pun memaparkan bagaimana urutan dari penyuntikan modal oleh LPS.
“Dana yang dibutuhkan untuk mencapai CAR 10 persen sebesar Rp 2,77 triliun,” jelasnya.
Sedangkan pada bulan Desember 2008, lanjut Firdaus, LPS kembali menyuntikan dananya sebesar Rp 2,201 triliun untuk menutup kebutuhan likuidiatas sampai dengan 31 Desember 2008. Pada bulan Februari 2009, dan Juli 2009 LPS juga telah menyuntikan dananya kembali sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 630 miliar yang juga dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan
CAR.
“Semua totalnya Rp 6,7 triliun dan merupakan dana LPS,” tegasnya.
Namun ia menegaskan, suntikan dana tersebut saat ini tidaklah hilang begitu saja. Semua masuk ke neraca dan menjadi kepemilikan LPS.
“Kemudian setelah penjualan (divestasi) perseroan dana tersebut akan kembali lagi
sebagai aset LPS,” pungkasnya. (dru/qom)
http://johanteddy.wordpress.com/2009/08/31/kronologi-membengkaknya-bailout-bank-century-oleh-lps/

Pasca Merger Bank Century Sehat dan Fokus

Pasca Merger Bank Century Sehat dan Fokus

Bank Century merupakan hasil merger tiga bank yakni Bank CIC International, Bank Pikko dan Bank Danpac secara sukarela. Setelah merger, Bank Century tergolong sebagai bank sehat dan fokus, sesuai kriteria dan kualifikasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Bank Century yang kini memiliki total aset Rp 8,1 triliun, per Desember 2004 menunjukkan angka CAR mencapai 15,6 persen, sedangkan non performing loan hanya 2,8 persen, didukung 65 kantor cabang. Persetujuan merger ketiga bank itu diperoleh dari Bank Indonesia (BI) tanggal 6 Desember 2004 dengan surat keputusan Gubernur BI No 6/87/Kep.GBI/2004. Kemudian, Bank Century resmi beroperasi pada hari Rabu 15 Desember 2005, setelah keluarnya surat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No C-30117.HT.01.04 Tahun 2004 tertanggal 14 Desember 2004 mengenai persetujuan akta perubahan anggaran dasar Bank CIC sebagai bank hasil merger dengan berubah nama menjadi PT Bank Century Tbk atau Century Bank. Dengan pengesahan tersebut Bank Danpac dan Bank Pikko bubar demi hukum. Saham kedua bank tersebut dikeluarkan dari pencatatan di bursa (delisting) tanggal 14 Desember 2004 dan pencatatan atas saham baru Bank Century dimulai tanggal 15 Desember 2004 dengan kode saham BCIC. “Penggabungan ketiga bank sebelumnya sudah disetujui oleh para pemegang saham masing-masing bank dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Oktober 2004,” kata Anwary Surjaudaja, Direktur Utama Bank CIC International sebagai the leading entity yang lalu dipercaya pula sebagai Direktur Utama Bank Century. “Merger ini justru inisiatif kita, untuk menunjukkan kepada publik bahwa kami itu sebagai pionir untuk melaksanakan Arsitektur Perbankan Indonesia (API),” tambah Sriyono kepada wartawan Tokoh Indonesia. Karena pemegang saham pengendali ketiga bank adalah sama satu institusi Chinkara Capital Limited, maka, selain proses penggabungan berlangsung cepat, penyamaan budaya juga mudah sebab sebelumnya juga sudah dalam satu budaya perusahaan. Demikian pula dengan penggabungan sumberdaya manusia dan keuangannya semua tidak ada masalah, termasuk juga perhitungan saham dari masing-masing eks bank berlangsung mulus. Sebagai bank hasil merger, Bank Century memiliki 64 kantor cabang dengan modal dasar Rp 4,2 triliun dan modal disetor Rp 1,758 triliun. Total aset Rp 8,11 triliun, dana pihak ketiga Rp 6,19 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) 12,82 persen. Pemegang saham pengendali adalah Chinkara Capital Limited dengan kepemilikan sekitar 27,70 persen. Sebanyak 45.26 % saham dimiliki publik. Disusul Klaas Consultant 11.93 %, Outlook Investment 5.42 %, UOB Kay Hian Pte Ltd 5.41 % dan CFGL FCC 4.28 %.
Kinerja Bagus
Langkah strategis untuk memenuhi anjuran API berupa penggabungan usaha tiga bank itu tergolong mulus, sebab dilakukan oleh bank yang pemegang saham pengendalinya sama yakni yaitu Chinkara Capital Limited. Penggabungan usaha itu sesungguhnya menunjukkan pula bukti adanya keinginan kuat dari pemegang saham untuk membangun sebuah bank baru yang sangat sehat dari sejumlah bank-bank yang sebelumnya belum seratus persen sehat. Merger menjadi Bank Century kali ini berlangsung secara sukarela, bukan merupakan paksaan sebagaimana dahulu biasa dilakukan otoritas moneter. Setelah merger, Bank Century tergolong sebagai bank sehat dan fokus, sesuai kriteria dan kualifikasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Bank Century yang kini memiliki total aset Rp 8,1 triliun, per Desember 2004 menunjukkan angka CAR mencapai 15,6 persen, sedangkan non performing loan hanya 2,8 persen. Jika ketika masih bernama Bank CIC didukung 35 kantor cabang keuntungan bank di tahun 2003 mencapai Rp 10 miliar, setelah merger Desember 2004 dengan dukungan 65 kantor cabang keuntungan Bank Century mencapai Rp 2,8 miliar. Hamidy, Direktur Operasional CenturyBank menyebutkan proses penggabungan tiga bank menjadi Bank Century telah mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Bank Century sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. “Proses sinergi ketiga bank sudah mulai menunjukkan tendensi yang positif. Bahkan, sebagai persiapan dan antisipasi kami juga telah membentuk beberapa kelompok kerja (pokja) untuk menuntaskan beberapa aspek penting,” kata Hamidy. Aspek penting yang dimaksud Hamidy misalnya aspek operasional, teknologi informasi, sumberdaya manusia, kredit, marketing, dan aspek-aspek penting lainnya yang akan sangat terciptanya proses transisi yang mulus dan praktis agar tanpa hambatan berarti. Hamidy mengatakan, Bank Century bertekad akan memberikan pelayanan yang prima berbasis teknologi. Tujuannya, demi meningkatkan efisiensi sambil menjaga kualitas dan manajemen risiko, serta untuk memperkuat fungsi manajemen control dan risiko. Caranya antara lain adalah dengan memfungsikan peran SKAI ( Satuan Kerja Audi Internal ) dan unit risk management.
Empat Asas Utama
Sementara Wakil Direktur Utama Bank Century Tbk, Hermanus Hasan Muslim mengatakan, di tahun pertama kehadirannya Bank Century segera akan melakukan sejumlah terobosan baru. Seperti meningkatkan transaksi perdagangan valuta asing, meningkatkan volume transaksi ekspor impor, meningkatkan fee base income melalui transaksi valuta asing maupun trade finance, meningkatkan layanan perbankan yang mencakup penambahan jumlah ATM, pembayaran listrik, telepon dan berbagai bentuk layanan lain.
Bank Century juga akan melayani segmen pasar khusus seperti peserta program haji dan TKI dalam hal transfer dana maupun transaksi valuta asing. Produk Century Mas tetap akan diandalkan sebagai tabungan yang sangat bermanfaat sebab diberikan perlindungan gratis asuransi kecelakaan dengan nilai perlindungan maksimal lima kali saldo rata-rata atau sampai Rp 5 miliar.
“Manfaat sebesar ini sangat jarang diberikan perusahaan lain. Produk ini juga menjadi salah satu program andalan kami,” tutur Hermanus Hasan Muslim. Mantan Direktur Utama Bank Danpac Hermanus Hasan Muslim sudah mencanangkan empat asas utama dalam pengelolaan Bank Century. Yakni profesionalisme, kepuasan nasabah, peningkatan kerja sama, dan kinerja yang berorientasi pasar.
Berdasar keempat asas utama pengelolaan bank itulah, kata Hermanus Bank Century telah berkomitmen menyelenggarakan bisnis perbankan berdasarkan good governance dan prinsip kepatuhan kepada peraturan, meningkatkan kualitas pelayanan, menyempurnakan pengelolaan SDM, serta mengembangkan produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan nasabah yang berorientasi pada hasil, nilai, dan manfaat.
Prudent Banking
Direktur Pemasaran Bank Century Sriyono mengatakan, Bank Century setiap menjalankan bisnis jasa keuangan dan perbankan tak pernah lepas dari prinsip kehati-hatian, atau prudent banking khususnya ketika memberikan transaksi yang ada unsur risikonya. Menurut Sriyono, bank beraset di atas Rp 8 triliun ini selalu menuruti ketentuan yang berlaku tentang prosedur kredit.

Contohnya saja dengan Mahad Al-Zaytun, sebuah pondok pesantren terbesar di Indonesia yang merupakan kampus peradaban dunia. Pada saat Al-Zaytun memerlukan dana sementara jaminan berupa dana cash money berkurang, yang berarti otomatis ada credit risk-nya, maka Bank Century akan meminta terlebih dahulu agar ditambahkan aset untuk mem-back up kebutuhan dana kredit. Sebaliknya, jika misalnya dana bandingannya masih cukup yang di-back up tadi sementara penggunaannya sudah full, maka Bank Century akan menambahkan jaminan, misalnya dalam bentuk deposito.
Sesuai prinsip kehati-hatian, Bank Century tidak akan memberikan suatu fasilitas kredit jika tak di-back up dengan kolateral sebab hal itu akan menyalahi aturan. Sebaliknya yang terjadi, pihak Al-Zaytun sepenuhnya telah menyerahkan pengelolaan keuangan kepada Bank Century. Al-Zaytun tinggal mengeluarkan cek, giro atau perintah transfer untuk biaya sekolah yang di luar negeri, atau perintah biaya transfer untuk impor besi baja dan lain-lain.
Tugaskan Finance Control
Khusus untuk Al-Zaytun, Bank Century telah menempatkan seorang finance control. Tugasnya mengawasi keuangan Al-Zaytun setiap hari, berdasarkan rekening koran harian atau mingguan yang dikeluarkan Bank Century untuk dicocokkan dengan setiap giro atau cek yang dikeluarkan Al-Zaytun. Jadi ada rekonsiliasi piutang. Kendati antara institusi perbankan Bank Century dan institusi pendidikan Ma’had Al-Zaytun telah lama bekerjasama erat dan saling percaya, sesuai prinsip kehati-hatian tadi, kedua institusi tak pernah lepas dari kontrol masing-masing pihak.
Hubungan kerjasama Bank Century dengan Al-Zaytun sudah cukup lama. Diibaratkan oleh Sriyono, Direktur Pemasaran Bank Century Tbk, kalau ibarat orang hubungan seseorang itu sudah tahu lebih dalam.
Hubungan antara Bank Century dengan Syaykh Al-Mahad sudah sampai sedekat itu. Artinya, karena dukungan kerjasama, ditambah porsi Al-Zaytun yang cukup besar, sampai-sampai melahirkan istilah baru sebelum di-balance setiap produk-produk perbankan dari Bank Century ditawarkan dulu ke Mahad Al-Zaytun.
Misalnya, bisa saja Bank Century berkata kepada Syaykh, kami ini baru saja mengeluarkan produk baru yang menurut kami cukup menarik untuk diambil oleh santri-santri yang ada. Menarik karena produk ini cukup murah, tabungan saldo minimalnya misalnya hanya Rp. 250.000 tetapi sudah bisa mendapatkan hadiah langsung, hadiah undian, asuransi gratis, dan lain-lain.
Hal-hal seperti itu akan bisa dengan mudah dikonsultasikan Bank Century lebih dahulu kepada Syaykh Al-Mahad Abdussalam Panji Gumilang, untuk memperoleh kemungkinan respon dari para calon nasabah seperti santri-santri Al-Zaytun. Syaykh pun akan dengan mudah bisa menjawab, oh, bagus itu, saya dukung itu, mungkin saya akan sponsori sampai sekian orang. Dukungan dari Syaykh semacam itu biasanya akan segera muncul. ►ht-ms
http://www.tokohindonesia.com/company/centurybank/berita/index.shtml

jauh jauh jauh

Skandal Bank Century Mengalir Sampai Jauh
26/11/2009 01:29 Tim Barometer SCTV

Liputan6.com, Jakarta: Langkah pemerintah menyelamatkan Bank Century dinilai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengandung indikasi adanya dugaan tindak pidana. Audit BPK mengungkapkan ada dugaan perubahan persyaratan rasio kecukupan modal (CAR) oleh Bank Indonesia agar Bank Century bisa memperoleh fasilitas pendanaan jangka pendek.
Selain itu, BPK juga menemukan kerugian Bank Century karena mengganti deposito milik salah seorang nasabah yang digelapkan sebesar US$ 18 juta. Hasil audit BPK ini semakia membulatkan tekad DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki dana meminta penjelasan kepada pemerintah terkait pemberian penyertaan modal sementara sebesar Rp 6,7 triliun. Sebelumnya, banyak media massa menulis kucuran dana itu sebagai dana talangan atau bailout.
Budi Rochadi, Deputi Gubernur Bank Indonesia, mengatakan, dana Rp 6,7 triliun di antaranya dipakai untuk memperbaiki CAR Bank Century. Selain itu, memperbaiki kondisi likuiditas bank yang telah berganti Bank Mutiara itu, seperti membayar tagihan nasabah dan bank lain. Namun pada kenyataannya, lebih dari 1.000 nasabah belum menerima kembali dana mereka yang mencapai total Rp 1,4 triliun.
Pengamat ekonomi Drajad H. Wibowo mengacu kepada hasil audit BPK mengungkapkan dana penyertaan itu antara lain untuk mengisi dana rekening giro Bank Century di BI sebesar Rp 281 miliar. Selain itu, juga untuk pembayaran pinjaman antarbank dan dana pihak ketiga sebesar Rp 4,018 triliun. "Tentunya yang menjadi pertanyaan dana pihak ketiga ini siapa? Kenapa nasabah Bank Century belum menerima," kata Drajad.
Lantas kemana lagi aliran dana itu mengalir? Benarkan mengalir ke dana kampanye salah satu partai politik. Dan bisakah hak angket yang digunakan DPR menguak aliran dana itu? Saksikan selengkapnya dalam tayangan Barometer edisi 25 November 2009 yang juga menghadirkan Maruarar Sirait dari Fraksi PDI Perjuangan, politisi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng, dan Ruhut Sitompul asal Partai Demokrat. Selamat menyaksikan.(BOG)
http://berita.liputan6.com/progsus/200911/252414/Skandal.Bank.Century.Mengalir.Sampai.Jauh

bank century

Transparansi dalam Kasus Bank Century

Selasa, 01 September 2009 00:01 WIB

RIBUT-RIBUT soal pengucuran dana penyelamatan Bank Century terus berlanjut walaupun Menteri Keuangan Sri Mulyani berulang kali mengatakan penyelamatan terhadap bank kecil itu telah sesuai dengan peraturan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun.

Misteri itulah yang ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap bank. Tidak hanya KPK, DPR pun meminta BPK mengaudit proses bailout tersebut.

Itu karena sebelumnya DPR pada 18 Desember 2008 telah menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) sebagai payung hukum dari penyelamatan bank milik pengusaha Robert Tantular itu. Kasus Bank Century telah memperlihatkan kepada kita bahwa ada bank kecil yang mendapatkan dukungan besar dari otoritas keuangan dan bank sentral. Pertanyaannya adalah semangat apakah yang melatarinya?
Argumentasi yang muncul dari pihak berwenang sejauh ini adalah bahwa proses penyelamatan Bank Century telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam UU LPS dan perintah dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Bahwa pembiayaan yang dikeluarkan LPS untuk menyelamatkan Bank Century berasal dari kekayaan LPS, bukan uang negara.

Saat likuidasi Bank Century, terdapat 23 bank yang masuk pengawasan BI. Dan pengambilalihan itu bertujuan memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk mencegah rush yang bila dibiarkan, akan berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional.Terlepas dari argumen pemerintah, BI, dan LPS, yang harus diuji kebenarannya, kasus Bank Century dalam level tertentu diperkeruh isu transparansi yang dipertanyakan banyak kalangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan tegas menyatakan ia sama sekali tidak tahu tentang proses bailout bank tersebut karena tidak pernah mendapatkan laporan dari Sri Mulyani saat kebijakan itu diambil. Adalah aneh, seorang wakil presiden yang selama ini dikenal sebagai driving force dalam kebijakan ekonomi tidak mengetahui dan tidak dilapori.

Ketidaktahuan Wapres menjadi bukti bahwa transparansi menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan dalam isu bailout ini. Kasus Bank Century juga tidak terlepas dari isu tidak sedap mengenai dugaan keterlibatan petinggi kepolisian. Terkait dengan persoalan di Bank Century pernah muncul sebuah polemik tentang cicak versus buaya antara kepolisian dan KPK. Ini juga menjadi tanda tanya tersendiri yang harus diungkap.

Ada pula isu bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan semata untuk menyelamatkan dana nasabah tertentu. Masih banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena itu, audit investigasi BPK harus dilakukan dengan tuntas. Jangan sampai ada penumpang gelap yang bermain dengan mengatasnamakan penyelamatan ekonomi nasional. Pertanyaan yang amat mengganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan.

Namun, pada mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset yang juga kecil harus dikucurkan dana yang begitu besar? Apalagi pemilik bank itu sedang terlibat kasus pidana penggelapan uang nasabah? Apakah semua kejahatan pidana pemilik bank harus ditanggulangi negara? Jadi, soal mengapa sudah transparan. Yang belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar.

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/09/09/93403/70/13/Transparansi-dalam-Kasus-Bank-Century

Wednesday, December 23, 2009

puisi cinta

perasan yang seharusnya tak ada ini
sekarang ku rasakan
perasaan yang sudah lama tak kurasakan
terima kasih buat semua perasaan ini
terimakasih buat perhatian,buat kasih sayang
aq ingin bersama kamu selalu

hati ini melonjak girang ketika aq mendengar nama mu
ketika aku ketemu sama kamu
walaupun kita tak bertegur sapa
walaupun kamu tak melihat aku ..

inquiry letter

1102 West 30th
Lawrence, KS 66321
August 4, 19XX

Dr. Maria Gomez-Salinas
Director of the Diabetes Clinic
St. David's Hospital
1000 Greenberg Lane
Wichita, KS 66780


Dear Dr. Gomez-Salinas:

I am writing you in hopes of finding out more about how the
new Glucoscan II blood glucose monitoring system, which a
representative at Lifescan informed me that your clinic is
currently using.

Originally, I saw Lifescan's advertisement of this new
device in the January 19XX issue of Diabetes Forecast and
became very interested in it. I wrote the company and got
much useful information, but was recommended to write
several current users of the system as well.

For a technical report that I am writing for a technical
writing class at Johnson County Junior College, I need some
help with the following questions:


1. How often does the Glucoscan II need to be calibrated in practical, everyday use conditions?
2. How accurate is the Glucoscan II compared to other similar systems that your patients have used?
3. What problems do your patients experience with this new device?



The Lifescan representative indicated that your clinic is
one the leaders in implementing new technology for
diabetics, and therefore I am eager to hear from you. In
the report I will acknowledge your contributions, and I
will send you a copy of the completed report if you wish.

Thank you for your time, and I hope to hear from you soon.

Sincerely,



Anita Teller

by : http://www.io.com/~hcexres/textbook/inqex1.html



Street Address
City, State Zip Code
Phone Number

Date

Individual's Name
Job Title
Name of Organization
Street Address
City, State Zip Code

Dear Mr./Ms. ________________________________:

Perhaps you are seeking an addition to your marketing team. A new person can provide innovative approaches to the challenges of marketing. I am an innovator of new ideas, an excellent communicator with buyers, and have a demonstrated history of marketing success.

Presently, I am marketing computer products for a major supplier using television, radio and news advertising. I have a reputation for putting forth the effort required to make a project succeed.

Enclosed is my resume for your review and consideration. EFTG Industries has a reputation for excellence. I would like to use my talents to market your quality line of technical products. I will call you to further discuss my talents and how I can benefit your company. If you prefer, you may reach me in the evenings at (555) 555-5555.

Thank you for your time. I look forward to meeting you.

Sincerely,

(Your Signature in blue or black ink)
Your typed name

by : http://www.careeronestop.org/ResumesInterviews/Letters/InquiryLetterSample.aspx


April 1, 200X

Mr. Grantmaker
CEO
Community Help Foundation
100 Main Street
Any-City, Any-State, USA

Re: Letter of Inquiry

Dear Mr. Maker:

Thank you for our recent meeting at the Community-Based Organization Conference where you were kind enough to visit with our staff and take the time to learn about our mission and current projects. We thoroughly enjoyed your visit with us, and sincerely appreciate your thoughtful attention to Neighborhood Improvement Association, Inc. (NIA)

Your interest in NIA is a significant acknowledgment of our successful track record of delivering superior community improvement projects for nearly 15 years.

We are aware that the Community Help Foundation distributes a number of grants for community improvement and development purposes. We wish to apply for one of the Foundation's grants.

NIA has enjoyed a significant growth within the last ten years. Last year, NIA launched five new programs, including a community day care center, computer training center, substance abuse program, and an alternative learning program for high school drop-outs. We delivered a total of $15 million in community improvement projects in one year alone; an outstanding record of achievement. Our staff has doubled in an effort to effectively administer our new programs as well as keep pace with our organization's growing administrative responsibilities.

I am pleased to write to you about a project that I believe will be of interest to the Foundation. The NIA is seeking $550,000 over three years to expand its very successful Tech Ed (Technical Education) program to provide aggressive, hands-on computer training and alternative education programs in our inner-city neighborhoods.

Tech Ed is a highly effective five-year-old academic enrichment program for inner-city junior high and high school students. Formed through a partnership between NIA, the local college and the city's school district, the program currently has a total enrollment of 500 students, and is funded by the school district and matching HUD CD funds which are administered by the city.

The newly expanded PUTER (People Using Tech Ed Resources) outreach program will, utilizing the resources and leadership of Tech Ed students, bring computer skills and knowledge to high school drop-outs, underskilled and unemployed adults, single parents, and other community members lacking the adequate computer skills and educational resources needed to secure and maintain skilled jobs with which to support themselves and their families.

We are seeking support from the Foundation to enable us to develop a pilot PUTER program and demonstrate its soundness and effectiveness to the Tech Ed funders, the city, community development agencies, and local private funding sources for future funding of the long-term program.

We ask for your partnership because of the Foundation's demonstrated interest in alternative education and youth leadership development, especially for those from the underrepresented minority communities.

We critically need funds to launch this sorely needed computer training program, fund the equipment, software, and the resources of two teachers to oversee and assist the volunteer student educators. These equipment and support resources will constructively assist the 2,500 undereducated minority residents to be served by our new community service program. The ethnic composition is approximately 49% Hispanic, 39% African-American, 9% Asian-American, and 2% Other.

NIA has already raised an initial investment of more than $50,000 in absolutely necessary computer equipment toward a computer systems, training and services budget of more than $1 million. We have worked hard to bridge the gap and anticipate receiving grants and donations totaling $300,000 from private sector sources, banks, foundations and private donors.

Despite our general fundraising efforts, our program budget is far from balanced. Cuts in government financing continue, with more expected, especially those affecting our clients with incomes below poverty level.

Undaunted, NIA is an organization committed to excellence, with a clear vision and a passion for delivering outstanding results. We ask you to work with us to capitalize on our growth and these strengths.

Over the years the Foundation has proven the effectiveness of youth leadership development and community-based programs. The Foundation has helped to demonstrate that community outreach programs which are developed and managed by a community for a community make a striking impact. With the partnership of the Foundation, our young Tech Ed leaders will bring vital alternative education and critically-need training skills to their neighbors, family members and peers, and, in so doing, will effect positive change in their own communities.

Tech Ed student teachers will serve as a model outreach volunteer corps and for our inner-city neighborhoods throughout the country. The Tech Ed program has attracted national attention as an innovative prototype for academic enrichment, and has been replicated in at least four major cities already.

The challenge at this stage is to seize the opportunity, to take the risk, to realize an innovative, new, rewarding and productive future. With the strength which has made NIA and the Tech Ed program what it is today, the choice is an easy one -- help our community meet the challenges of the 21st Century.

The need for effective computer training and education cannot be overstated. The technical training requirements of our community are overwhelming and mirror the needs of most other inner-city populations. The PUTER program is ready to be launched as a national model for all inner city community organizations everywhere for building a future, uplifting individuals, creating self-sufficiency.

Thank you for your support and assistance to NIA, and the community residents it serves. We look forward to your consideration of our request and the opportunity to submit a formal proposal for your review. We will be pleased to submit additional information at your request. Please do not hesitate to contact me at (telephone number).

Sincerely,

Dolly Do-Good
Executive Director

by : http://www.npguides.org/guide/inquiry_letter.htm


[Date]
[Address]
[Phone Number]
[Employer's Name and Title]
[Employer's Address]

Dear [Name of hiring manager]

I have been informed of a job opportunity as [specific position or area you are applying for] by [name of referrer]. I am very interested in such a position because [qualifications or related work & interests].

I am currently employed at [name of organisation] as [title of position].

or

I have just graduated from [name of academic organisation].[Achievements related to the position] [Note: Read Writing about achievements guide]

I look forward to discussing this job opportunity further and how I can contribute to the success of [name of organisation].

Sincerely,[sign your name ][type your name ]

by : http://www.cvtips.com/cover-letter/sample-letter-of-inquiry.html



97 Waterman Street
Providence, RI 02912-9706
September 1, 2006

Ann J. Buechler
Assistant Vice President and Trust Officer
U.S. BankTrust Group
1414 Fourth Avenue
P.O. Box 720
Seattle, WA 98111

re: Parrett Scholarship Foundation

Dear Mrs. Buechler:

I am writing to request consideration for the Parrett Scholarship offered by The Parrett Scholarship Foundation. I believe I meet all of the qualifications as specified by the foundation.

I am presently a first-year student at Brown Medical School in Providence, Rhode Island. I graduated from Amherst College in 2005 with a bachelor of arts degree cum laude in Biochemistry. My career goal at this point is to be a primary care physician in a community-based hospital similar to the one where I volunteered during my college years. I hope to serve a multicultural patient population and specifically provide preventive care to adolescents and women. Since enrolling at Brown, I have participated in the Adolescent Health Education Project in which groups of medical students visit local high schools and community centers once a week to discuss health issues with teenagers. Our topics include AIDS, alcohol and drugs, sexuality, teen pregnancy, relationships and peer pressure.

Medical school at Brown brings with it an average annual cost of $55,730. While I am receiving some scholarship assistance, I am also borrowing from several student loan programs in order to cover my tuition and living expenses. Without additional scholarship assistance, my financial aid officer and I estimate that my educational debt at graduation will reach approximately $xxx (see attached debt profile). My parents are nearing retirement and will soon be living on a fixed income. They earn approximately $xxx per year and thus are able to provide only minimal support to my brother (who is in his second year of law school) and me. I am concerned that my mounting educational debt will preclude me from considering lower-paying primary care specialties such as family practice and pediatrics.

I would be happy to provide any additional information (e.g., transcripts, letters of recommendation, tax returns, etc.) that your committee would like to review. I am also available for an interview at your convenience. If you require an application form, I would appreciate it if you would send one to me at the address listed above.

Thank you in advance for your consideration. I look forward to hearing from you.

Sincerely,

M.T. Pockets, M.D. '10

by : http://pdfdatabase.com/download_file_i.php?file=6325434&desc=inquiry+letter+.doc